Senin, 18 Februari 2008

MyAlbum el-Mash




Posted by Picasa

Selengkapnya...

Selasa, 12 Februari 2008

SAHABAT JAUH Sebuah filem documenter dari ASTRO


Persiapan pembuatan film ini bermula dari adanya telepon dari salah seorang alumni Miftahul Huda dari Sukabumi memberitahukan bahwa ada ph yang mau memproduksi film di Miftahul Huda dengan judul SAHABAT JAUH yang akan ditayangkan di TV kabel ASTRO pada salah satu acaranya yang diberi nama OASE, kemudian disusul team managemen, perbincangan berlangsung lancar.

Sebulan kemudian 15 orang kru ph tiba bersama dengan bintang utamanya bernama PRAHARA, katanya sih nama aslinya juga Prahara asal Cirebon, ketika saya ketemu dengan Prahara di depan Studio RASIMUDA (Radio Siaran Miftahul Huda) dimana pada sa'at itu saya sedang berpakaian santai, Prahara santai saja bahkan cenderung cuek menghadapi saya begitupun ketika saya ikut larut dalam sebuah rekaman di studio RASIMUDA. tapi lain halnya ketika saya juga menjadi salah seorang bagian dari film tersebut, dia nampak sedikit kaget karena saya ganti costum dan berada di depan 4 buah bedug yang siap ditabuh dikelilingi puluhan anak-anak santri. Prahara dengan diantar anak saya yang juga menjadi bintang pada film tersebut langsung bertanya tentang Rampak Bedug yang akan dimainkan. Saya bilang OK kita saksikan saja bagaimana bedug-bedug ini ditabuh.

Menyaksikan anak-anak rampak Bedug dalam tabuhan demo Prahara dan juga kru begitu kaget dan tercengang ternyata bedugpun indah didengat bila ditata dengan baik, kemudian saya minta kepada anak-anak Rampak Bedug untuk menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Akhlaq bunga diri, Prahara dan juga kru semakin kaget, apa lagi ketika di sela-sela perbincangan dengan Prahara saya iseng malakukan sulap membakar tangan saya sendiri dengan sebuah korek api, Praha semakin kaget lagi (atau ekspresi seorang bintang film ?).
Usai rekaman kru bincang di rumah saya, keakraban semakin larut sampai ke bermacam perbincangan.

Selengkapnya...

Kamis, 07 Februari 2008

el-Maoshul

el-Maoshul

Selengkapnya...

SUTRADARA IRAN BIKIN FILM ”YESUS” versi “ISLAM”

Karena sering melihat film Yesus selalu dalam perpektif Barat, seorang sutrada Iran, Nader Talebadzeh membuat film tentang Yesus dalam perspektif Islam.
Dalam film bertitile “Jesus, the Spirit of God”, Nader Talebadzeh mencoba memberikan sudut pandang alternatif dengan membuat film tentang Yesus berdasar perspektif Islam.
Nader memberi judul film yang disutradarainya dengan Jesus, the Spirit of God atau Yesus, Semangat dari Tuhan. Misi film ini adalah menjawab gambaran tentang Yesus sebagaimana ditampilkan dalam film blockbuster keluaran Hollywood dan The Passion of the Christ yang disutradarai oleh aktor sekaligus sutradara Mel Gibson pada 2004.
Menurut Nader, film Gibson memang mengagumkan. Namun, dia menilai, terdapat kesalahan di dalamnya. "Film Gibson adalah film yang sangat bagus. Bagi saya, itu adalah film yang digarap dengan apik. Tapi, cerita yang terkandung di dalamnya salah. Ceritanya tidak seperti itu," ujarnya.
Nader menyatakan sempat berkunjung ke rumah mewah Gibson di Malibu, Negara Bagian California, Amerika Serikat. Niatnya, menunjukkan film garapannya tersebut untuk berdiskusi dengan Gibson.
"Tapi, karena saat itu adalah Minggu, hanya sekuriti yang menerima kopi beserta brosur film tersebut. Meski dia berjanji menyampaikan barang-barang itu kepada Mel Gibson sendiri, tidak ada kabar hingga kini," ucapnya.
Film Nader tersebut sebenarnya sudah diputar di Iran. Namun, karya itu kurang mendapat respons.
Bertepatan dengan bulan Ramadhan kemarin, film tersebut hanya diputar di lima bioskop di Teheran dan cuma ditonton oleh pemirsa seadanya.
Film yang didanai badan penyiaran negara itu pun cepat menghilang dari peredaran. Papan-papan iklan tidak lagi memasang poster film tersebut. Meski tidak sukses dari segi komersial, Jesus, the Spirit of God memenangi penghargaan dalam ajang festival film religi di Italia pada 2007.
Gaung film tersebut ternyata belum benar-benar berakhir. Rencananya, film kontroversial itu dibuat ulang sebanyak 20 episode dan segera ditayangkan di stasiun televisi nasional milik negara pada tahun ini.
Nader menekankan bahwa film buatannya tersebut mengusung isu yang nanti dapat menjembatani perbedaan-perbedaan antara Islam dengan Kristen.
"Dengan menyaksikan film itu, umat Kristiani akan terkagum-kagum dan mengetahui bahwa Islam memberikan pengetahuan agama (devotion) sekaligus pengetahuan lengkap mengenai sosok Yesus yang sebenarnya," jelasnya kepada AFP.
Misi itulah yang diembannya dalam membuat film tersebut. "Saya ingin menjembatani perbedaan antara dua agama besar itu. Saya terbuka untuk berdialog mengenai film tersebut terkait persamaan mendasar antara Islam dengan Kristen," lanjutnya.
Selama ini, Nader dikenal sebagai sutradara film-film dokumenter yang mengangkat tema perang Iran-Iraq pada 1980-1988. Genre film semacam itu sangat berpengaruh pada masa pascasinema revolusioner.
Namun, dia juga gemar membuat film bergenre thriller dan romantis. Film-filmnya pun berhasil merebut perhatian penonton di negara republik Islam tersebut.
Di Iran, penganut Nasrani mencapai sepuluh persen dari total penduduk. Sebagian besar di antara mereka adalah etnis Armenia.
Setiap perayaan Natal, Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan para pejabat lainnya tidak pernah lupa mengirim ucapan Natal kepada para pemimpin Kristen, termasuk Paus.
Pesan Natal Ahmadinejad tahun ini berbunyi, "Perdamaian, persahabatan, dan keadilan akan terwujud dengan ajaran Yesus Kristus yang tersebar di seluruh dunia."
Sumber : UJECENTRE