Ditulis oleh infosyiah di/pada 1, Maret 18, 2008
Sebuah buku baru-baru ini diterbitkan di Amerika isinya menghina Nabi Muhammad saw dengan judul “The Truth About Muhammad” yang ditulis oleh Robert Spencer, penulis garis keras Amerika pendukung Partai Republik.
Menurut laporan Shia Online mengutip Alarabia, majalah mingguang Human Rights menjanjikan hadiah kepada para pelanggannya berupa buku mahal yang isinya menghina Nabi Muhammad saw.
Majalah Human Rights dalam laporannya dua hari lalu membahas sekilas mengenai isi buku ini dan mengklaim bahwa buku tersebut mendeskripsikan hakikat Muhammad saw dan kebanyakan hakikat lain seperti sikap Nabi yang bersikeras untuk membunuh orang-orang Yahudi.
Karen Amstrong, penulis Inggris tidak menerima langkah yang ditempuh Amerika dalam masalah ini dan mengatakan, “Buku ini ditulis berdasarkan Islam Pobia dan kebencian serta argumentasinya banyak yang tidak berdasar.”
Penulis buku ini, Robert Spencer dengan congkak menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw mengatakan, Saya menang dengan teror.
Spencer menambahkan, Nabi Muhammad saw sengaja menjelaskan masalah pengertian surga dan mengajak umat Islam untuk berperang dan jihad agar Islam tetap hidup.
Penulis buku ini melakukan kebohongan soal hak-hak perempuan dan pria dalam Islam dan mengatakan bahwa Islam menganggap perempuan sebagai budak pria dan perempuan aslinya tidak punya hak apa-apa.
Sekaitan dengan majalah Human Rights, perlu diketahui bahwa majalah ini sebelumnya siap mempublikasikan film anti Islam, Fitna yang dibuat di Belanda.
Seorang penulis kolom di majalah ini menjelaskan, kewajiban kita untuk menumpas seluruh kaum muslimin dan mengajak mereka masuk Kristen. Amerika harus menjajah seluruh negara-negara Islam!
Dia menambahkan, “Kita telah membunuh Hitler. Kita telah menumbangkan Jerman yang Nazi. Kita tidak ragu bahwa saat ini kita masih dalam kondisi perang sampai semua menjadi Kristen.”
Buku “The Truth About Muhammad” diterbitkan pada tahun 2006, namun tidak begitu direspon dengan alasan belum siap untuk memerangi Islam. Tampaknya, cetakan keduanya ini masih punya hubungan dengan dimuatnya kembali karikatur hina Nabi di Denmark sehingga kondisinya lebih siap menerima buku ini. Namun anehnya, buku ini sekarang malah dibagi-bagikan secara gratis.[infosyiah]
Sumber
Selasa, 18 Maret 2008
Buku Hina Nabi Diterbitkan di Amerika dan Dibagikan Secara Gratis!
Rabu, 05 Maret 2008
SEJARAH TASIKMALAYA
A. SEJARAHDimulai pada abad ke VII sampai abad ke XII di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Tasikmalaya, diketahui adanya suatu bentuk Pemerintahan Kebataraan dengan pusat pemerintahannya di sekitar Galunggung, dengan kekuasaan mengabisheka raja-raja (dari Kerajaan Galuh) atau dengan kata lain raja baru dianggap syah bila mendapat persetujuan Batara yang bertahta di Galunggung. Batara atau sesepuh yang memerintah pada masa abad tersebut adalah sang Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batari Hyang yang pada masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk dari kebataraan menjadi kerajaan.Kerajaan ini bernama Kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang, berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya. Dari Sang Batari inilah mengemuka ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siksakanda ng Karesian. Ajarannya ini masih dijadikan ajaran resmi pada jaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M) yang bertahta di Pakuan Pajajaran. Kerajaan Galunggung ini bertahan sampai 6 raja berikutnya yang masih keturunan Batari Hyang.Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan di Sukakerta dengan Ibukota di Dayeuh Tengah (sekarang termasuk dalam Kecamatan Salopa, Tasikmalaya), yang merupakan salah satu daerah bawahan dari Kerajaan Pajajaran. Penguasa pertama adalah Sri Gading Anteg yang masa hidupnya sejaman dengan Prabu Siliwangi. Dalem Sukakerta sebagai penerus tahta diperkirakan sejaman dengan Prabu Surawisesa (1521-1535 M) Raja Pajajaran yang menggantikan Prabu Siliwangi.Pada masa pemerintahan Prabu Surawisesa kedudukan Pajajaran sudah mulai terdesak oleh gerakan kerajaan Islam yang dipelopori oleh Cirebon dan Demak. Sunan Gunung Jati sejak tahun 1528 berkeliling ke seluruh wilayah tanah Sunda untuk mengajarkan Agama Islam. Ketika Pajajaran mulai lemah, daerah-daerah kekuasaannya terutama yang terletak di bagian timur berusaha melepaskan diri. Mungkin sekali Dalem Sukakerta atau Dalem Sentawoan sudah menjadi penguasa Sukakerta yang merdeka, lepas dari Pajajaran. Tidak mustahil pula kedua penguasa itu sudah masuk Islam.Periode selanjutnya adalah pemerintahan di Sukapura yang didahului oleh masa pergolakan di wilayah Priangan yang berlangsung lebih kurang 10 tahun. Munculnya pergolakan ini sebagai akibat persaingan tiga kekuatan besar di Pulau Jawa pada awal abad XVII Masehi: Mataram, banten, dan VOC yang berkedudukan di Batavia. Wirawangsa sebagai penguasa Sukakerta kemudian diangkat menjadi Bupati daerah Sukapura, dengan gelar Wiradadaha I, sebagai hadiah dari Sultan Agung Mataram atas jasa-jasanya membasmi pemberontakan Dipati Ukur. Ibukota negeri yang awalnya di Dayeuh Tengah, kemudian dipindah ke Leuwiloa Sukaraja dan “negara” disebut “Sukapura”.Pada masa pemerintahan R.T. Surialaga (1813-1814) ibukota Kabupaten Sukapura dipindahkan ke Tasikmalaya. Kemudian pada masa pemerintahan Wiradadaha VIII ibukota dipindahkan ke Manonjaya (1832). Perpindahan ibukota ini dengan alasan untuk memperkuat benteng-benteng pertahanan Belanda dalam menghadapi Diponegoro. Pada tanggal 1 Oktober 1901 ibukota Sukapura dipindahkan kembali ke Tasikmalaya. Latar belakang pemindahan ini cenderung berrdasarkan alasan ekonomis bagi kepentingan Belanda. Pada waktu itu daerah Galunggung yang subur menjadi penghasil kopi dan nila. Sebelum diekspor melalui Batavia terlebih dahulu dikumpulkan di suatu tempat, biasanya di ibukota daerah. Letak Manonjaya kurang memenuhi untuk dijadikan tempat pengumpulan hasil-hasil perkebunan yang ada di Galunggung.Nama Kabupaten Sukapura pada tahun 1913 diganti namanya menjadi Kabupaten Tasikmalaya dengan R.A.A Wiratanuningrat (1908-1937) sebagai Bupatinya.Tanggal 21 Agustus 1111 Masehi dijadikan Hari Jadi Tasikmalaya berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang dibuat sebagai tanda upacara pentasbihan atau penobatan Batari Hyang sebagai Penguasa di Galunggung.
B. PERISTIWA PENTINGDalam perjalanannya Tasikmalaya mencatat beberapa peristiwa penting bersejarah antara lain : 1.Pemberontakan melawan penjajahan Jepang yang dipimpin oleh K.H.Zaenal Mustofa di Singaparna.
2.Pelucutan senjata KOMPETAI oleh para pemuda.
3.Penerbangan pertama dengan pesawat terbang yang menggunakan bendera merah putih dari Pangkalan Udara Cibeureum dilakukan oleh pilot Adi Sutjipto dan Basyir Surya.
4.Lahirnya Divisi Siliwangi
5.Pemberangkatan Hijrah ke Yogyakarta
6.Pusat Pemerintahan Jawa Barat di pengungsian di Cipicung Culamega.
7.Kongres pertama Koperasi Indonesia yang melahirkan Hari Koperasi 12 Juli.
8Lahirnya konsep pertahanan keamanan rakyat semesata (HANKAMRATA).
Selain itu ada beberapa peristiwa penting yang patut diketahui antara lain :1.Peristiwa meledaknya pabrik mesiu DAHANA tanggal 5 Maret 1976.
2.Meletusnya Gunung Galunggung tanggal 5 April 1982.
3.Penganugerahan PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA pada akhir Pelita IV tahun 1989.
4.Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pertanian, koperasi dan Keluarga Berencana (PERTASI KENCANA) Tingkat Nasional tahun 1994.
5.Terjadinya kerusuhan 26 Desember 1996 yang dikenal dengan peristiwa Desember kelabu.
6.Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pertemuan petani se Indonesia dan Asia Tenggara (PENAS) Tingkat Nasional tahun 2002.
Prestasi baik di tingkat Nasional maupun internasional, antara lain Solihin, Susi Susanti, Lidya Jaelawijaya, Lamting di bidang olah raga, Abdul Rodjak dan Mak Eroh sebagai perintis lingkungan hidup yang telah mendapatkan penghargaan Kalpataru, dan sejumlah 8 orang pengrajin yang berhasil memperoleh penghargaan Upakarti, prestasi dibidang MTQ, serta prestasi lainnya.Di bidang kesenian, Tasikmalaya telah pula melahirkan seniman-seniman tingkat nasional, seperti Budayawan Wahyu Wibisana, dan artis- artis nasional.
Sumber : http://michio.blogsome.com/2005/08/26/sejarah-tasik-malaya/
Tasikmalaya merupakan jalur transit lalu lintas antara Bandung-Ciamis- Yogyakarta. Jarak dari Jakarta sekitar 380 km. Secara geografis, Tasikmalaya terletak pada 107°53' dan 108°20' Bujur Timur, dan pada 7°3' - 7°49' Lintang Selatan.
Tasikmalaya di sebelah selatan berbatasan dengan Garut, disebelah utara dengan Sumedang dan Majalengka, disebelah timur dengan Ciamis dan di sebelah selatan dibatasi oleh Samudera Indonesia.
OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA
Kampung Naga
Kampung Naga terletak sekitar 90 km dari Bandung, masyarakat yang tinggal didaerah ini mempunyai tradisi lama yang tetap dipertahankan. Keunikan kampung ini adalah tentang bangunan rumah yang semua dibuat seragam, mulai dari bahan bangunan sampai pada potongan bangunan rumah dan arah menghadapnya rumah itu.
Cindera Mata
Di daerah Rajapolah amat terkenal dengan kerajinan anyaman, disini banyak dihasilkan tikar, anyaman dari bambu, seperti perabotan rumah tangga dan sebagainya.Industri kecil lainnya yang amat menarik ialah :
Bordir di Kawalu, Payung Tasik, Kelom Geulis dan Batik Tulis. Lingkungan industri kecil yang sedang pesat berkembang ialah di desa setiamulya, hasil industri daerah ini ialah: bordir, kelom geulis, sepatu kulit, meubel, anyaman mendong dan topi.
Gunung Galunggung
Letusan Gunung Galunggung yang terakhir, yang terjadi pada tanggal 5 April 1982 memberikan keuntungan di satu sisi. Sisa-sisa letusan itu sekarang berubah menjadi obyek wisata yang indah mempesona, dapat melihat danau kawah dan juga terdapat sumber air panas.
Pantai Cipatujah
Pantai dengan keindahan alam laut, berpasir putih. Terletak di Kecamatan Cipatujah, sekitar 74 km dari kota Tasikmalaya. Rekreasi bisa dilakukan di muara sungai Cipatujah, mempergunakan perahu, memancing, serta bisa berbelanja berbagai macam buah pisang.
Pantai Sindangkerta
Keistimewaan Pantai Sindangkerta, adalah Taman laut yang disebut Taman Lengsar. Bisa digunakan sebagai tempat berenang. Jika air laut surut, maka di taman seluas 20 hektar itu, akan dijumpai karang laut, ikan hias, dan suaka alam satwa penyu hijau yang sudah langka kita temukan.
Pantai Karang Tawulan
Jarak dari kota Tasikmalaya 100 km, terletak di kecamatan Cikalong. Sebuah pantai berkarang dan landai, memiliki panorama laut yang mempesona. Agak ke timur, terdapat pulau kecil Nusa Manuk. Pada waktu-waktu tertentu, Nusa Manuk dihuni oleh berbagai macam jenis burung.
Sumber : http://www.wirantaprawira.de/tasik/tasiki.htm
SUTRADARA IRAN BIKIN FILM ”YESUS” versi “ISLAM”
Dalam film bertitile “Jesus, the Spirit of God”, Nader Talebadzeh mencoba memberikan sudut pandang alternatif dengan membuat film tentang Yesus berdasar perspektif Islam.
Nader memberi judul film yang disutradarainya dengan Jesus, the Spirit of God atau Yesus, Semangat dari Tuhan. Misi film ini adalah menjawab gambaran tentang Yesus sebagaimana ditampilkan dalam film blockbuster keluaran Hollywood dan The Passion of the Christ yang disutradarai oleh aktor sekaligus sutradara Mel Gibson pada 2004.
Menurut Nader, film Gibson memang mengagumkan. Namun, dia menilai, terdapat kesalahan di dalamnya. "Film Gibson adalah film yang sangat bagus. Bagi saya, itu adalah film yang digarap dengan apik. Tapi, cerita yang terkandung di dalamnya salah. Ceritanya tidak seperti itu," ujarnya.
Nader menyatakan sempat berkunjung ke rumah mewah Gibson di Malibu, Negara Bagian California, Amerika Serikat. Niatnya, menunjukkan film garapannya tersebut untuk berdiskusi dengan Gibson.
"Tapi, karena saat itu adalah Minggu, hanya sekuriti yang menerima kopi beserta brosur film tersebut. Meski dia berjanji menyampaikan barang-barang itu kepada Mel Gibson sendiri, tidak ada kabar hingga kini," ucapnya.
Film Nader tersebut sebenarnya sudah diputar di Iran. Namun, karya itu kurang mendapat respons.
Bertepatan dengan bulan Ramadhan kemarin, film tersebut hanya diputar di lima bioskop di Teheran dan cuma ditonton oleh pemirsa seadanya.
Film yang didanai badan penyiaran negara itu pun cepat menghilang dari peredaran. Papan-papan iklan tidak lagi memasang poster film tersebut. Meski tidak sukses dari segi komersial, Jesus, the Spirit of God memenangi penghargaan dalam ajang festival film religi di Italia pada 2007.
Gaung film tersebut ternyata belum benar-benar berakhir. Rencananya, film kontroversial itu dibuat ulang sebanyak 20 episode dan segera ditayangkan di stasiun televisi nasional milik negara pada tahun ini.
Nader menekankan bahwa film buatannya tersebut mengusung isu yang nanti dapat menjembatani perbedaan-perbedaan antara Islam dengan Kristen.
"Dengan menyaksikan film itu, umat Kristiani akan terkagum-kagum dan mengetahui bahwa Islam memberikan pengetahuan agama (devotion) sekaligus pengetahuan lengkap mengenai sosok Yesus yang sebenarnya," jelasnya kepada AFP.
Misi itulah yang diembannya dalam membuat film tersebut. "Saya ingin menjembatani perbedaan antara dua agama besar itu. Saya terbuka untuk berdialog mengenai film tersebut terkait persamaan mendasar antara Islam dengan Kristen," lanjutnya.
Selama ini, Nader dikenal sebagai sutradara film-film dokumenter yang mengangkat tema perang Iran-Iraq pada 1980-1988. Genre film semacam itu sangat berpengaruh pada masa pascasinema revolusioner.
Namun, dia juga gemar membuat film bergenre thriller dan romantis. Film-filmnya pun berhasil merebut perhatian penonton di negara republik Islam tersebut.
Di Iran, penganut Nasrani mencapai sepuluh persen dari total penduduk. Sebagian besar di antara mereka adalah etnis Armenia.
Setiap perayaan Natal, Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan para pejabat lainnya tidak pernah lupa mengirim ucapan Natal kepada para pemimpin Kristen, termasuk Paus.
Pesan Natal Ahmadinejad tahun ini berbunyi, "Perdamaian, persahabatan, dan keadilan akan terwujud dengan ajaran Yesus Kristus yang tersebar di seluruh dunia."
Sumber : UJECENTRE
