Kamis, 16 Oktober 2008

Monorail Mekah-Arafah Dibangun Desember 2008

Mekah, NU Online | Selasa, 14 Oktober 2008 15:38

Pembangunan tahap pertama proyek monorel Mekah senilai 20 miliar riyal Arab Saudi (sekitar lima miliar dolar AS) akan dimulai Desember 2008, setelah usai musim Haji tahun ini. Monorel itu merupakan fasilitas transportasi jamaah haji, yang menghubungkan tempat-tempat suci Mekah, Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Demikian dikatakan Dr Habeeb Zain Al Abidine, wakil Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan sekaligus Sekretaris Jenderal Komisi bagi Pembangunan Mekahah, Madinah, dan tempat-tepat suci.

Proyek tersebut, katanya, dirancang untuk transportasi bagi lima juta orang yang melaksanakan haji, katanya. "Suatu persetujuan akan ditandatangani dengan pemenang tender untuk mengimplementasikan proyek tersebut segera setelah musim haji ini," kata Zain Al Abidine.

Lima perusahaan internasional, yang terpilih dari 10 perusahaan yang mendaftarkan diri, akan berlomba meraih tender proyek pembangunan multimiliaran dolar AS tersebut.

Menurut dia, suatu pertemuan yang dipimpin oleh Pangeran Miteb Bin Abdul Aziz, Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan dan Ketua Komisi Pembangunan Mekah, Madinah, dan tempat-tepat suci, dijadwalkan diadakan Rabu (15/10), untuk membuka tender tersebut.

Zain Al-Abidine mengatakan studi kelayakan, yang telah dilakukan oleh sebuah perusahaan internasional, mengusulkan lima monorel yang menghubungkan tempat-tempat suci itu, kata surat kabar Arab News.

Pelayan dua Masjid suci, Raja Abdullah Bin Abdul Aziz telah memberikan restunya untuk proyek yang akan memudahkan transportasi bagi lebih dari tiga juta anggota jamaah haji antara tempat-tempat suci.

"Studi kelayakan telah merekomendasikan agar monorel tahap kedua dibangun dua atau tiga tahun setelah rampung pembangunan monorel tahap pertama," katanya. Ia menambahkan satu monorel bernilai empat miliar riyal Saudi (sekitar satu miliar dolar AS).

Monorel tahap pertama yang dimulai dari Mina itu akan mengangkut sekitar satu juta anggota jamaah haji. Monorel Mekah itu akan dibangun 8-10 meter dari atas permukaan tanah untuk menjamin kelancaran lalulintas bagi pejalan kaki dan kendaraan biasa.

Zain Al Abidine mengatakan implementasi proyek monorel di tempat-tempat suci itu akan membantu mengurangi 25.000 bus dari total 70.000 bus angkutan haji, baik bus domestik maupun bus-bus angkutan haji dari negara-negara tetangga. Ia mengatakan sistem transportasi itu akan membantu mengangkut sedikitnya 500.000 anggota jamaah haji dalam 6-8 jam.

Menurut penjelasan studi kelayakan, monorel itu akan memiliki stasiun khusus di kawasan bebatuan di Mina agar dapat mengangkut jamaah yang menuju ke tingkat kedua atau keempat Jembatan Jamarat yang berteknologi tinggi. (ant)

Selengkapnya...

Sabtu, 24 Mei 2008

Siapa di Balik Naiknya Harga Minyak?

Oleh A. Jafar M. SidikJakarta (ANTARA News) -
Siapa tak kenal T. Boone Pickens? Di pasar energi global dan lingkungan pasar modal Wall Street di Amerika Serikat (AS), nama T. Boone Pickens terkenal sebagai spekulan minyak kelas atas paling penting."Saat ia berbicara, orang-orang menyimaknya. Bahasanya mudah dimengerti siapa pun. Ketika menyebut harga minyak bakal mencapai 150 dolar AS per barel akhir 2008 nanti, semua orang mengamininya," kata Todd Benjamin, Redaktur Keuangan CNN International.Kalangan pasar keuangan global memang melihat Boone sebagai jago memprediksi harga minyak dan pandai mengeksploitasi kekuatan logikanya yang cemerlang untuk menghubungkan fakta dan kecenderungan harga dengan psikologi pasar."Sebanyak 85 juta barel adalah total produksi minyak yang bisa dihasilkan dunia sehari, padahal permintaan minyak dunia sehari 87 juta barel," kata Pickens, saat mengungkapkan alasan mengapa harga minyak dunia bakal terus naik.Tak ayal, asumsinya mendorong pelaku pasar keuangan --diantaranya lembaga investasi Goldman Sachs-- membuat prediksi provokatif tentang harga minyak dunia dengan asumsi bahwa keadaan riil di mana dunia sulit memenuhi kebutuhan minyaknya memang bakal terjadi.Harga minyak pun merangsek tanpa bisa dihentikan siapa pun. Seluruh dunia bimbang, sementara para pemimpin banyak negara was-was karena situasi itu membatasi pilihan mereka dalam menyelamatkan keuangan negara.Pihak yang kerepotan adalah negara-negara di mana pemerintahnya enggan menempuh langkah berani, yaitu memotong insentif komunitas kaya yang walau populasinya sangat kecil namun menguasai sistem pembiayaan kekuasaan dan denyut aorta keuangan mesin-mesin politik.Langkah mereka pun klise, memotong subsidi publik. Mereka menyadari langkah itu bakal menyakitkan rakyat, namun pergerakan harga minyak dunia yang liar belakangan ini telah membunuh kreativitas mereka dalam menghasilkan jalan keluar yang aman secara sosial.Tak hanya negara-negara berkembang, negara maju layaknya AS pun tak tahan dengan keadaan tersebut. Para pejabat AS malah menuduh segelintir orang tamak telah membuat ekonomi berdarah-darah dan memaksa sumber keuangan AS terpompa ke luar negeri hanya untuk mendapatkan minyak."Rakyat bingung karena permintaan minyak tidaklah segila seperti diperkirakan, tetapi mengapa harga minyak terus menggila?" tanya Senator Herb Kohl, seperti dikutip Washington Post edisi 22 Mei 2008.Tak hanya pejabat politik, eksekutif perusahaan-perusahaan minyak juga menuduh spekulan dan pengelola dana sebagai biang kesulitan global ini. Sebagian lainnya memperluas tuduhan ke Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang disebut sengaja menyempitkan kapasitas produksi minyaknya agar harga minyak terus meninggi.OPEC balik menyerang dengan menunjuk para spekulan harga, para penimbun minyak di AS dan kebijakan politik Washington yang sembrono justru aktor dibalik malapetaka harga tersebut.Tidak ada yang mengetahui pasti apa faktor terkuat yang membuat harga minyak terus merangsek hingga mempersulit kehidupan manusia seluruh dunia, namun sejumlah kalangan menilai kapasitas produksi minyak dunia sudah tak lagi bisa menjawab ekspansi permintaan. Apalagi, negara seperti RRC dan India agresif memburu minyak karena ekonominya semakin haus energi.Koran Christian Science Monitor edisi 2 Mei 2008 menyebutkan, di dekade 1980an dan 1990an, meningkatnya permintaan pada minyak bisa dijawab dengan memacu ladang-ladang minyak baru untuk berproduksi. Tetapi kemampuan itu meluntur belakangan ini.Ladang minyak baru memang bermunculan, seperti di Brazil dan Afrika Barat, namun butuh waktu lama untuk sampai bisa berproduksi. Saat bersamaan, era ekstraksi minyak secara murah nan mudah sudah berakhir, sementara risiko justru meningkat termasuk depresiasi dolar AS yang memotong potensi untung produsen minyak. Akhirnya, produsen pun menaikkan harga.Di periode terdekat lalu, negara-negara non-OPEC, terutama setelah Uni Soviet runtuh untuk memunculkan Rusia dan Laut Kaspia sebagai produsen penting minyak dunia, maka masyarakat dunia memperoleh alternatif baru dalam mendapatkan minyak.Namun, beberapa alasan, diantaranya ongkos produksi yang mahal dan kebijakan nasionalis sehingga modal asing enggan masuk, maka negara-negara itu sulit menggenjot produksi. Kapasitas produksi minyak mereka pun terkunci pada 50 juta barel per hari atau 60 persen dari total suplai minyak dunia, padahal mereka bisa mencapai lebih dari itu.Di kawasan lain, ladang-ladang minyak sedang mendekati tahap jenuh. Kapasitas produksi minyak Norwegia misalnya, turun 25 persen dan Inggris terpangkas 43 persen. Ladang Laut Utara di mana Inggris dan Norwegia menambang minyak, kini memang dalam kondisi sekarat. Situasi serupa terjadi di Teluk Prudhoe, Alaska, di mana ladang minyak terbesar AS berada."Dunia tak kekurangan minyak, yang ada adalah kapasitas produksi yang menurun," kata Robinson West, kepala PFC Energy, sebuah perusahaan konsultan energi di Washington.Meksiko yang adalah eksportir terpenting AS, juga sulit meningkatkan produksinya yang pada dua tahun terakhir menyusut sembilan persen atau 300 ribu barel per hari. Seperti Indonesia sekarang, lima tahun lagi, Meksiko diprediksi berubah menjadi importir netto minyak.Ironisnya, Rusia yang kapasitas produksinya 10 juta barel per hari, malah enggan menutup kekurangan stok minyak dunia ini. Meski cadangan wilayah minyaknya melimpah, Rusia tidak mau gegabah memacu produksi minyaknya.Langkah Rusia itu malah diikuti OPEC yang cadangan minyaknya mencapai 70 persen dari total cadangan minyak dunia dan ekspornya 40 persen dari total ekspor dunia. OPEC juga malas menaikkan pagu produksi minyak. Akibatnya, kapasitas produksi dan suplai minyak dunia stagnan, padahal permintaan meningkat.Situasi pelik ini membuat sejumlah negara berupaya keras mencari ladang-ladang baru hingga ke tengah samudera dan agresif mengonversi sumber non fosil menjadi bioenergi.Masalahnya, mengutip Badan Energi Internasional (IEA), investasi untuk mencari ladang-ladang baru dan ekspansi bioenergi itu tidak bisa menutup kekurangan suplai energi dunia, selain jumlahnya terlalu besar.Dibutuhkan 5,4 triliun dolar AS untuk menutup kekurangan produksi minyak sampai 2030, sementara bolong kapasitas produksi minyak dunia baru teratasi mulai 2015, demikian IEA."Menurut teori ekonomi normal dan sejarah perminyakan, kenaikan harga minyak akan berdampak pada dua hal besar yaitu tertekannya permintaan dan bertambahnya suplai," kata Fatih Birol, kepala ekonom IEA. Sayang, klaim ini tak berlaku sekarang.Alhasil, analisis pakar mengenai semakin senjangnya kapasitas produksi dan permintaan minyak dunia tak bisa mencegah orang sejagat untuk tetap mengarahkan telunjuknya ke para spekulan yang didakwa telah berdosa mempermainkan harga minyak."Fundamental pasar yakni keseimbangan permintaan dan suplai memang sedang bermasalah. Tetapi faktor spekulasilah yang membuat harga minyak melonjak," demikian analisis Cambridge Energy Research Associates.David Kelly, kepala analis pasar J.P. Morgan Funds, bahkan menyatakan pertumbuhan konsumsi minyak dunia tidak setinggi diklaim kalangan pasar energi."Ada bukti sangat kuat bahwa spekulasi skala luarbiasa besar telah membuat harga minyak meningkat tajam," klaim Senat AS dalam laporan bertajuk The Role of Market Speculation in Rising Oil and Gas Prices tertanggal 27 Juni 2006. (*)

Selengkapnya...

Kamis, 22 Mei 2008

Bush Minta Maaf Kepada PM Irak Atas Penembakan Al-Quran

(ANTARA News) - Presiden AS George W. Bush minta maaf, Selasa, kepada PM Irak Nuri al-Maliki karena penodaan atas kitab suci Al-Qur`an oleh seorang tentara AS yang ditempatkan di Irak, laporan media mengatakan.Saluran berita Al-Iraqiya melaporkan bahwa al-Maliki telah menerima permintaan maaf dari presiden AS. Insiden itu melibatkan seorang tentara yang menembakkan senjatanya ke kitab suci itu untuk praktek sasaran.Sementara itu, satu ledakan yang ditujukan pada konvoi ketua dewan perwakilan Irak, Mahmoud al-Mashhadani, melukai tiga rekannya, lapor televisi Irak.Ledakan itu terjadi di sebuah tempat di barat ibukota Irak Baghdad.Di kota Basrah di Irak selatan, seorang pejabat polisi Irak tewas di daerah Ashar,Senin malam, sumber polisi mengatakan.Sementara itu, pasukan Irak telah menahan 15 yang diduga teroris dan mengambilalih sebuah tempat persembunyian senjata di kota yang sama.Gerilyawan menembak empat anggota Dewan Awakening di kota Diloeya, sekitar 80 Km di utara Baghdad, sumber keamanan mengatakan.Dewan Kebangkitan adalah regu polisi setempat yang ditempatkan sebagian besar di provinsi Sunni dan dibentuk untuk memerangi jaringan teroris al Qaida.Secara terpisah, seorang jurubicara militer Irak mengatakan bahwa delapan tentara Irak terluka sementara 31 yang diduga teroris ditahan dalam operasi keamanan di Baghdad.(*)
Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2008/5/21/bush-minta-maaf-kepada-pm-irak-atas-penembakan-al-quran/

Selengkapnya...

Selasa, 18 Maret 2008

Buku Hina Nabi Diterbitkan di Amerika dan Dibagikan Secara Gratis!

Ditulis oleh infosyiah di/pada 1, Maret 18, 2008

Sebuah buku baru-baru ini diterbitkan di Amerika isinya menghina Nabi Muhammad saw dengan judul “The Truth About Muhammad” yang ditulis oleh Robert Spencer, penulis garis keras Amerika pendukung Partai Republik.
Menurut laporan Shia Online mengutip Alarabia, majalah mingguang Human Rights menjanjikan hadiah kepada para pelanggannya berupa buku mahal yang isinya menghina Nabi Muhammad saw.
Majalah Human Rights dalam laporannya dua hari lalu membahas sekilas mengenai isi buku ini dan mengklaim bahwa buku tersebut mendeskripsikan hakikat Muhammad saw dan kebanyakan hakikat lain seperti sikap Nabi yang bersikeras untuk membunuh orang-orang Yahudi.
Karen Amstrong, penulis Inggris tidak menerima langkah yang ditempuh Amerika dalam masalah ini dan mengatakan, “Buku ini ditulis berdasarkan Islam Pobia dan kebencian serta argumentasinya banyak yang tidak berdasar.”
Penulis buku ini, Robert Spencer dengan congkak menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw mengatakan, Saya menang dengan teror.
Spencer menambahkan, Nabi Muhammad saw sengaja menjelaskan masalah pengertian surga dan mengajak umat Islam untuk berperang dan jihad agar Islam tetap hidup.
Penulis buku ini melakukan kebohongan soal hak-hak perempuan dan pria dalam Islam dan mengatakan bahwa Islam menganggap perempuan sebagai budak pria dan perempuan aslinya tidak punya hak apa-apa.
Sekaitan dengan majalah Human Rights, perlu diketahui bahwa majalah ini sebelumnya siap mempublikasikan film anti Islam, Fitna yang dibuat di Belanda.
Seorang penulis kolom di majalah ini menjelaskan, kewajiban kita untuk menumpas seluruh kaum muslimin dan mengajak mereka masuk Kristen. Amerika harus menjajah seluruh negara-negara Islam!
Dia menambahkan, “Kita telah membunuh Hitler. Kita telah menumbangkan Jerman yang Nazi. Kita tidak ragu bahwa saat ini kita masih dalam kondisi perang sampai semua menjadi Kristen.”
Buku “The Truth About Muhammad” diterbitkan pada tahun 2006, namun tidak begitu direspon dengan alasan belum siap untuk memerangi Islam. Tampaknya, cetakan keduanya ini masih punya hubungan dengan dimuatnya kembali karikatur hina Nabi di Denmark sehingga kondisinya lebih siap menerima buku ini. Namun anehnya, buku ini sekarang malah dibagi-bagikan secara gratis.[infosyiah]
Sumber

Selengkapnya...

Rabu, 05 Maret 2008

SEJARAH TASIKMALAYA

A. SEJARAHDimulai pada abad ke VII sampai abad ke XII di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Tasikmalaya, diketahui adanya suatu bentuk Pemerintahan Kebataraan dengan pusat pemerintahannya di sekitar Galunggung, dengan kekuasaan mengabisheka raja-raja (dari Kerajaan Galuh) atau dengan kata lain raja baru dianggap syah bila mendapat persetujuan Batara yang bertahta di Galunggung. Batara atau sesepuh yang memerintah pada masa abad tersebut adalah sang Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batari Hyang yang pada masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk dari kebataraan menjadi kerajaan.Kerajaan ini bernama Kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang, berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya. Dari Sang Batari inilah mengemuka ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siksakanda ng Karesian. Ajarannya ini masih dijadikan ajaran resmi pada jaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M) yang bertahta di Pakuan Pajajaran. Kerajaan Galunggung ini bertahan sampai 6 raja berikutnya yang masih keturunan Batari Hyang.Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan di Sukakerta dengan Ibukota di Dayeuh Tengah (sekarang termasuk dalam Kecamatan Salopa, Tasikmalaya), yang merupakan salah satu daerah bawahan dari Kerajaan Pajajaran. Penguasa pertama adalah Sri Gading Anteg yang masa hidupnya sejaman dengan Prabu Siliwangi. Dalem Sukakerta sebagai penerus tahta diperkirakan sejaman dengan Prabu Surawisesa (1521-1535 M) Raja Pajajaran yang menggantikan Prabu Siliwangi.Pada masa pemerintahan Prabu Surawisesa kedudukan Pajajaran sudah mulai terdesak oleh gerakan kerajaan Islam yang dipelopori oleh Cirebon dan Demak. Sunan Gunung Jati sejak tahun 1528 berkeliling ke seluruh wilayah tanah Sunda untuk mengajarkan Agama Islam. Ketika Pajajaran mulai lemah, daerah-daerah kekuasaannya terutama yang terletak di bagian timur berusaha melepaskan diri. Mungkin sekali Dalem Sukakerta atau Dalem Sentawoan sudah menjadi penguasa Sukakerta yang merdeka, lepas dari Pajajaran. Tidak mustahil pula kedua penguasa itu sudah masuk Islam.Periode selanjutnya adalah pemerintahan di Sukapura yang didahului oleh masa pergolakan di wilayah Priangan yang berlangsung lebih kurang 10 tahun. Munculnya pergolakan ini sebagai akibat persaingan tiga kekuatan besar di Pulau Jawa pada awal abad XVII Masehi: Mataram, banten, dan VOC yang berkedudukan di Batavia. Wirawangsa sebagai penguasa Sukakerta kemudian diangkat menjadi Bupati daerah Sukapura, dengan gelar Wiradadaha I, sebagai hadiah dari Sultan Agung Mataram atas jasa-jasanya membasmi pemberontakan Dipati Ukur. Ibukota negeri yang awalnya di Dayeuh Tengah, kemudian dipindah ke Leuwiloa Sukaraja dan “negara” disebut “Sukapura”.Pada masa pemerintahan R.T. Surialaga (1813-1814) ibukota Kabupaten Sukapura dipindahkan ke Tasikmalaya. Kemudian pada masa pemerintahan Wiradadaha VIII ibukota dipindahkan ke Manonjaya (1832). Perpindahan ibukota ini dengan alasan untuk memperkuat benteng-benteng pertahanan Belanda dalam menghadapi Diponegoro. Pada tanggal 1 Oktober 1901 ibukota Sukapura dipindahkan kembali ke Tasikmalaya. Latar belakang pemindahan ini cenderung berrdasarkan alasan ekonomis bagi kepentingan Belanda. Pada waktu itu daerah Galunggung yang subur menjadi penghasil kopi dan nila. Sebelum diekspor melalui Batavia terlebih dahulu dikumpulkan di suatu tempat, biasanya di ibukota daerah. Letak Manonjaya kurang memenuhi untuk dijadikan tempat pengumpulan hasil-hasil perkebunan yang ada di Galunggung.Nama Kabupaten Sukapura pada tahun 1913 diganti namanya menjadi Kabupaten Tasikmalaya dengan R.A.A Wiratanuningrat (1908-1937) sebagai Bupatinya.Tanggal 21 Agustus 1111 Masehi dijadikan Hari Jadi Tasikmalaya berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang dibuat sebagai tanda upacara pentasbihan atau penobatan Batari Hyang sebagai Penguasa di Galunggung.
B. PERISTIWA PENTINGDalam perjalanannya Tasikmalaya mencatat beberapa peristiwa penting bersejarah antara lain : 1.Pemberontakan melawan penjajahan Jepang yang dipimpin oleh K.H.Zaenal Mustofa di Singaparna.
2.Pelucutan senjata KOMPETAI oleh para pemuda.
3.Penerbangan pertama dengan pesawat terbang yang menggunakan bendera merah putih dari Pangkalan Udara Cibeureum dilakukan oleh pilot Adi Sutjipto dan Basyir Surya.
4.Lahirnya Divisi Siliwangi
5.Pemberangkatan Hijrah ke Yogyakarta
6.Pusat Pemerintahan Jawa Barat di pengungsian di Cipicung Culamega.
7.Kongres pertama Koperasi Indonesia yang melahirkan Hari Koperasi 12 Juli.
8Lahirnya konsep pertahanan keamanan rakyat semesata (HANKAMRATA).
Selain itu ada beberapa peristiwa penting yang patut diketahui antara lain :1.Peristiwa meledaknya pabrik mesiu DAHANA tanggal 5 Maret 1976.
2.Meletusnya Gunung Galunggung tanggal 5 April 1982.
3.Penganugerahan PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA pada akhir Pelita IV tahun 1989.
4.Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pertanian, koperasi dan Keluarga Berencana (PERTASI KENCANA) Tingkat Nasional tahun 1994.
5.Terjadinya kerusuhan 26 Desember 1996 yang dikenal dengan peristiwa Desember kelabu.
6.Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pertemuan petani se Indonesia dan Asia Tenggara (PENAS) Tingkat Nasional tahun 2002.
Prestasi baik di tingkat Nasional maupun internasional, antara lain Solihin, Susi Susanti, Lidya Jaelawijaya, Lamting di bidang olah raga, Abdul Rodjak dan Mak Eroh sebagai perintis lingkungan hidup yang telah mendapatkan penghargaan Kalpataru, dan sejumlah 8 orang pengrajin yang berhasil memperoleh penghargaan Upakarti, prestasi dibidang MTQ, serta prestasi lainnya.Di bidang kesenian, Tasikmalaya telah pula melahirkan seniman-seniman tingkat nasional, seperti Budayawan Wahyu Wibisana, dan artis- artis nasional.
Sumber : http://michio.blogsome.com/2005/08/26/sejarah-tasik-malaya/

Selengkapnya...

Tasikmalaya merupakan jalur transit lalu lintas antara Bandung-Ciamis- Yogyakarta. Jarak dari Jakarta sekitar 380 km. Secara geografis, Tasikmalaya terletak pada 107°53' dan 108°20' Bujur Timur, dan pada 7°3' - 7°49' Lintang Selatan.
Tasikmalaya di sebelah selatan berbatasan dengan Garut, disebelah utara dengan Sumedang dan Majalengka, disebelah timur dengan Ciamis dan di sebelah selatan dibatasi oleh Samudera Indonesia.

OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA
Kampung Naga
Kampung Naga terletak sekitar 90 km dari Bandung, masyarakat yang tinggal didaerah ini mempunyai tradisi lama yang tetap dipertahankan. Keunikan kampung ini adalah tentang bangunan rumah yang semua dibuat seragam, mulai dari bahan bangunan sampai pada potongan bangunan rumah dan arah menghadapnya rumah itu.

Cindera Mata
Di daerah Rajapolah amat terkenal dengan kerajinan anyaman, disini banyak dihasilkan tikar, anyaman dari bambu, seperti perabotan rumah tangga dan sebagainya.Industri kecil lainnya yang amat menarik ialah :
Bordir di Kawalu, Payung Tasik, Kelom Geulis dan Batik Tulis. Lingkungan industri kecil yang sedang pesat berkembang ialah di desa setiamulya, hasil industri daerah ini ialah: bordir, kelom geulis, sepatu kulit, meubel, anyaman mendong dan topi.

Gunung Galunggung
Letusan Gunung Galunggung yang terakhir, yang terjadi pada tanggal 5 April 1982 memberikan keuntungan di satu sisi. Sisa-sisa letusan itu sekarang berubah menjadi obyek wisata yang indah mempesona, dapat melihat danau kawah dan juga terdapat sumber air panas.

Pantai Cipatujah
Pantai dengan keindahan alam laut, berpasir putih. Terletak di Kecamatan Cipatujah, sekitar 74 km dari kota Tasikmalaya. Rekreasi bisa dilakukan di muara sungai Cipatujah, mempergunakan perahu, memancing, serta bisa berbelanja berbagai macam buah pisang.

Pantai Sindangkerta
Keistimewaan Pantai Sindangkerta, adalah Taman laut yang disebut Taman Lengsar. Bisa digunakan sebagai tempat berenang. Jika air laut surut, maka di taman seluas 20 hektar itu, akan dijumpai karang laut, ikan hias, dan suaka alam satwa penyu hijau yang sudah langka kita temukan.

Pantai Karang Tawulan
Jarak dari kota Tasikmalaya 100 km, terletak di kecamatan Cikalong. Sebuah pantai berkarang dan landai, memiliki panorama laut yang mempesona. Agak ke timur, terdapat pulau kecil Nusa Manuk. Pada waktu-waktu tertentu, Nusa Manuk dihuni oleh berbagai macam jenis burung.
Sumber : http://www.wirantaprawira.de/tasik/tasiki.htm

Selengkapnya...

Senin, 18 Februari 2008

MyAlbum el-Mash




Posted by Picasa

Selengkapnya...

Selasa, 12 Februari 2008

SAHABAT JAUH Sebuah filem documenter dari ASTRO


Persiapan pembuatan film ini bermula dari adanya telepon dari salah seorang alumni Miftahul Huda dari Sukabumi memberitahukan bahwa ada ph yang mau memproduksi film di Miftahul Huda dengan judul SAHABAT JAUH yang akan ditayangkan di TV kabel ASTRO pada salah satu acaranya yang diberi nama OASE, kemudian disusul team managemen, perbincangan berlangsung lancar.

Sebulan kemudian 15 orang kru ph tiba bersama dengan bintang utamanya bernama PRAHARA, katanya sih nama aslinya juga Prahara asal Cirebon, ketika saya ketemu dengan Prahara di depan Studio RASIMUDA (Radio Siaran Miftahul Huda) dimana pada sa'at itu saya sedang berpakaian santai, Prahara santai saja bahkan cenderung cuek menghadapi saya begitupun ketika saya ikut larut dalam sebuah rekaman di studio RASIMUDA. tapi lain halnya ketika saya juga menjadi salah seorang bagian dari film tersebut, dia nampak sedikit kaget karena saya ganti costum dan berada di depan 4 buah bedug yang siap ditabuh dikelilingi puluhan anak-anak santri. Prahara dengan diantar anak saya yang juga menjadi bintang pada film tersebut langsung bertanya tentang Rampak Bedug yang akan dimainkan. Saya bilang OK kita saksikan saja bagaimana bedug-bedug ini ditabuh.

Menyaksikan anak-anak rampak Bedug dalam tabuhan demo Prahara dan juga kru begitu kaget dan tercengang ternyata bedugpun indah didengat bila ditata dengan baik, kemudian saya minta kepada anak-anak Rampak Bedug untuk menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Akhlaq bunga diri, Prahara dan juga kru semakin kaget, apa lagi ketika di sela-sela perbincangan dengan Prahara saya iseng malakukan sulap membakar tangan saya sendiri dengan sebuah korek api, Praha semakin kaget lagi (atau ekspresi seorang bintang film ?).
Usai rekaman kru bincang di rumah saya, keakraban semakin larut sampai ke bermacam perbincangan.

Selengkapnya...

Kamis, 07 Februari 2008

el-Maoshul

el-Maoshul

Selengkapnya...

Selasa, 22 Januari 2008

TERONGPUN BERDZIKIR

Menjelang Romadlon tiba, sudah menjadi tradisi di Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya mengadakan acara makan bersama yang disebut munggahan, salah seorang santri memilih menu karedok yang salah satu bahannya adalah terong, anehnya terong yang lain diiris secara acak tapi terong yang ini dibelah dua dan santri tersebut terkejut karena didalammnya muncul lafadz Alloh dalam susunan biji yang rapi.


Di Tasikmalaya sebelumnya ada juga peristiwa serupa, tepatnya di Sodonghilir, sepetak sawah padinya tumbuh berkelompok membentuk lafadz Alloh dan Muhammad dalam huruf arab (sayang saya tidak punya photonya)


Apakah itu merupakan pesan alam untuk senantiasa berdzikir kepada Alloh ?, sudah banyak lupakah umat manusia kepada Alloh ?, sepertinya sih begitu karena sebelumnya juga berbagai macam bencana alam datang silih berganti dari mulai Tsunami di Aceh sampai lumpur Lapindo.


Untuk bencana Lapindo saya punya gambar api yang menyembur membentuk lafadz Alloh.

Berikut ini tulisan dari meida lain :

Sahabat Jauh Satu Hari 'Membedah' Pesantren Para santri pun berlatih dialog dan berakting di depan kamera.
Pagi itu Prahara akan menjenguk dua orang sahabat jauhnya di Pondok Buntet Pesantren yang terletak sekitar 45 menit dari Kota Cirebon, Jawa Barat. Layaknya teman yang lama tak jumpa, Prahara pun terlihat sangat berbahagia bertemu Zitni yang mengenakan sarung, baju koko, dan berkopiah ketika menyambutnya di depan sebuah rumah di komplek asrama Pondok Pesantren Buntet. ''Assalamualaikum, apa kabar sahabat,'' ujar Prahara pada Zitni.
''Waalaikumussalam, alhamdulillah kabarku baik,'' jawab Zitni. Pertemuan sederhana itu adalah sepenggal adegan program Sahabat Jauh garapan rumah produksi Double Vision yang akan tayang di Astro Oasis. Kali ini untuk edisi Cirebon, Sahabat Jauh sudah memasuki episode 45 dari 52 epiosde yang akan diproduksi.
Seperti namanya, tayangan selama 30 menit setiap hari Jumat yang dimulai pukul 21.00 WIB ini memang mengambil tema sahabat. Para sahabat yang muncul pun sahabat yang cukup spesifik, yaitu sahabat yang mondok di pesantren-pesantren yang ada di sekitar Pulau Jawa. ''Untuk 52 episode ini kami memang fokus ke daerah sekitar Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta kawasan lain seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi,'' ujar di sela-sela shooting yang berlangsung di Pondok Buntet Pesantren itu.
Dalam proses pengambilan adegan kali ini, sejumlah kegiatan unik di Pondok Buntet Pesantren masuk juga dalam episode ke-45 ini. Seperti kegiatan memandikan jenazah yang menjadi salah satu mata pelajaran pokok di pesantren ini. ''Meski tak selalu memandikan jenazah, di pesantren ini kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan dan setiap siswa bisa melakukannya,'' ujar Zitni yang berperan menjadi sahabat Prahara kali ini.
Ganti kostumDalam kisah ini, Prahara adalah seorang mahasiswa yang sedang berkelana menggunakan berbagai jenis alat transportasi. Sebagian besar, ujar Yudi Agustia selaku asisten produser, menggunakan transportasi umum seperti bus maupun mobil kecil yang khas ala mahasiswa.
Tapi, alat transportasi seperti becak atau ojek turut digunakan Prahara untuk menjangkau pesantren yang akan ia tengok. ''Ya terkadang pesantren yang kita tuju tak dilewati angkutan umum. Jadilah, becak atau ojek yang kita pakai sebagai alat transportasi Prahara,'' ujar Yudi.
Untuk perannya ini, Prahara yang datang dengan pakaian kasual seperti celana jeans, kaos, dan jaket pun harus berganti kostum untuk menyesuaikan. Seketika, pakaian yang ia simpan dalam ransel seperti sarung, baju koko, dan kupluk langsung dikenakan.
Untuk menyiasati pergantian pakaian host agar tak terlihat kaku, tim kreatif biasanya mengganti pakaian Prahara bersamaan dengan waktu shalat seperti saat Dzuhur atau shalat Jumat. ''Saya biasanya berganti baju ketika akan shalat Dzuhur,'' papar Prahara. Dengan sarung dan baju koko inilah, Prahara membawakan acara selama di dalam pesantren.
Sosok Prahara dianggap pas sebagai host dengan alasan khusus. ''Kami memang memilih host laki-laki karena faktor fleksibilitas,'' tutur Henry.
Bagi Henry, ada kemudahan tersendiri bila host acara ini berjenis kelamin laki-laki di antaranya keleluasaan ketika memasuki kawasan pesantren.
Selain itu, host yang memiliki tinggi 177 sentimeter ini dianggap memiliki latar belakang yang cukup sebagai host acara religius. Terlebih, Prahara terbilang sangat kooperatif dengan citra pribadi yang baik, serta penguasaan keislaman yang cukup.
Selama shooting, Prahara sendiri mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Pengalaman menjadi host sebuah tayangan infotainment dan juga menjadi pemeran dalam sejumlah sinetron boleh jadi amat membantu beradaptasi di depan kamera.
Justru Prahara sempat mengalami pengalaman unik ketika shooting Sahabat Jauh. Misalnya, ketika shooting di sebuah pesantren di wilayah Tangerang, Prahara cukup bingung saat harus mengikuti kegiatan sehari-hari para santri yang memerah susu. ''Awal saya memegang puting sapi yang diperah, saya merasa aneh. Begitu saya berusaha memencetnya, susu tak kunjung keluar,'' papar Prahara.
Ternyata, teknik yang Prahara lakukan salah. Begitu bisa keluar, susunya memancar ke arah muka Prahara. Akhirnya, untuk scene memerah susu pun harus diulang lebih dari tiga kali dengan angle yang sama. Ada juga kejadian yang cukup membuat waswas para kru saat mengambil adegan di tanah persawahan Bekasi. Prahara yang ikut kegiatan menanam padi rela bermandikan lumpur. Namun, kru khususnya para penata kamera harus amat hati-hati menjaga kameranya agar tak jatuh ke sawah.
Maklum saja, tanah tempat tripod dipijak sangat labil dan basah. Alas berupa papan kayu digelar di atas tanah untuk membantu tripod menopang. Tim produksi pun mengambil inisiatif lain dengan melakukan pengambilan gambar dengan pola zoom in.
Hal serupa juga terjadi saat mengambil gambar di sebuah dapur umum, tempat untuk memasak makanan para santri di sebuah pesantren di wilayah Bekasi. ''Hampir tiap kali take gambar, uap memasak menghalangi ketajaman gambar,'' ujar Yudi. Akhirnya, sang penata kamera menyiasati dengan mengambil gambar saat sedang tidak menggoreng atau merebus yang mengeluarkan banyak asap.
Di Cirebon, proses shooting terbilang lancar. Sejak pagi, Prahara dan kru yang berjumlah sekitar sembilan orang itu sudah menyambangi empat lokasi. Berawal dari shooting yang menggunakan dua kamera 30 milimeter itu di Terminal Cirebon, mereka pun bergerak ke sebuah sekolah perawat. Setelah itu barulah mereka beramai-ramai naik bus dalam kota menuju Pondok Buntet Pesantren dan sempat pula menyambangi para sesepuh pesantren. Dari sana, mereka mendatangi asrama santri.
Tak terasa, hari beranjak sore. Masih ada satu lokasi yang harus diselesaikan, yaitu makam pendiri Pondok Buntet yang memiliki nilai sejarah di sekitar Cirebon. Tanpa jeda, mereka langsung bergerak menuju lokasi. Hari itu juga berakhirlah episode Cirebon.
Santri Grogi
Dalam setiap episode, Prahara menemui sahabatnya yang tinggal sementara di pesantren. Dikisahkan, Prahara mengenal sahabatnya itu melalui internet yang kemudian berlanjut dengan komunikasi lewat telepon seluler yang berujung pada pertemuan.
Lantaran mereka itu bukan sosok yang dikenalnya sejak lama, sahabat-sahabat Prahara yang ada dalam Sahabat Jauh sangat beragam. Tidak melulu para siswa dari tingkat madrasah, tsanawiyah, atau aliyah, namun bisa juga guru atau pegawai yang bekerja di lingkungan dalam pesantren.
Tak jarang sahabat-sahabat yang hadir memiliki keahlian khusus. Misalnya, mereka sangat memahami sejarah dan pengetahuan Islam maupun punya keterampilan lain seperti kaligrafi. Usia para sahabat Prahara pun bermacam-macam. Ada yang lebih muda dengan usia 20 tahun atau lebih dari 30 tahun, perempuan maupun laki-laki.
Sahabat-sahabat baru Prahara ini jumlahnya hampir 100 orang. Dalam tiap tayangan, Prahara menemui paling tidak dua orang sahabat --satu sebagai pemeran sahabat utama dan satu lainnya sebagai sahabat penghubung ke pemeran sahabat utama.
Lantaran sebagian besar 'sahabat' Prahara itu adalah orang biasa yang tak pernah tampil di depan kamera, mereka pun menghadapi masalah klasik: Grogi.
Padahal, saat membaca naskah sebelum shooting berlangsung mereka sudah lancar menghafal dialog, rupanya situasi berbeda muncul ketika kamera menyala.
Seperti pada pengambilan adegan antara Zitni dan Prahara, seorang penata kamera harus mengambil ulang adegan bersalaman lantaran Zitni grogi mengucapkan salam.
Hal itu, kata pria bernama lengkap Muhammad Prahara ini, biasa terjadi dan sangat bisa dimaklumi. Untuk menghilangkan grogi sang sahabat dan melakukan penyesuaian diri dengan sahabat baru yang memiliki latar belakang berbeda, Prahara biasanya sempat ngobrol dulu beberapa hari sebelum shooting.
Bila jadwalnya amat padat, proses adaptasi pun terpaksa dilakukan beberapa jam sebelum shooting. ''Ya, saya berusaha berbincang layaknya bicara dengan teman saya, santai, enjoy, dan banyak bercanda. Ini agar mereka saat shooting juga rileks dan tak kaku,'' papar Prahara.
Selain pendekatan dengan sahabat seraya mendalami naskah, Prahara pun sudah mempelajari materi yang akan dibawakan jauh hari sebelum shooting. Bahkan, kira-kira dua minggu sebelumnya. Maklum, hal ini dilakukan lantaran banyak kosa kata Islam yang cukup asing di telinga Prahara. ''Jadinya, aku harus mempelajari dengan seksama dan rajin bertanya jika menemukan kosa kata yang belum pernah aku temui biar tidak salah pengucapannya,'' tambah Prahara.
Bernilai Sejarah
Mengapa pesantren? Pertanyaan inilah yang menggelitik ketika menyaksikan program Sahabat Jauh. Rupanya, potret institusi pendidikan Islam dalam bentuk pesantren masa kini sudah terkenal di mancanegara. ''Indonesia sangat terkenal dengan pesantrennya. Kami pun ingin mengangkatnya agar kegiatan pesantren ini lebih diketahui oleh masyarakat Indonesia khususnya sehingga tak kalah populer dengan intitusi pendidikan lain,'' ujar Dewi Fadjar, direktur program Astro Indonesia, seperti dikutip dalam siaran pers.
Henry pun mengungkapkan, di Pulau Jawa banyak pesantren yang cukup menarik. Untuk Jawa Barat dan Jawa Tengah termasuk Jakarta sudah ada terdata sedikitnya 1.000 pesantren.
Untuk memilih pesantren yang akan ditengok oleh Prahara, tim produksi Double Vision Indonesia pun melakukan serangkaian riset. Diawali dengan melakukan browsing di internet, tim produksi juga meninjau langsung lokasi puluhan pesantren sebelum akhirnya memilih sekitar 50-an pesantren yang akan diangkat dalam tayangan program.
Respons yang diberikan oleh para institusi pendidikan agama yang dikenal dengan pondok pesantren juga cukup bagus. Bahkan, beberapa pesantren melayangkan surat permohonan untuk menjadi salah satu pondok pesantren yang akan ditengok oleh Prahara dalam Sahabat Jauh, papar Henry. Namun, Double Vision Indonesia cukup selektif dalam memilih pondok pesantren. Pemilihan itu bisa saja dari nilai sejarahnya ataupun kegiatan-kegiatan unik yang dimiliki masing-masing pesantren. Seperti pada Pondok Buntet Pesantren. Nilai sejarah pesantren ini terletak dari tahun berdirinya. Pondok Buntet Pesantren didirikan oleh Mbah Muqoyyim yang masih keluarga Kesultanan Cirebon pada tahun 1758. Pesantren yang sudah sangat tua. Di salah satu komplek pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Astanajapura ini juga berdiri cukup megah sebuah masjid dengan pilar kayu jati yang tetap kokoh dibangun oleh Sunan Gunung Jati.
Adanya nilai sejarah tersebut, menurut Henry Sastrawijaya, marketing executive Double Vision Indonesia, bisa memberikan wawasan baru bagi penontonnya. ''Sehingga tayangan yang bersifat religi ini kami harap bisa menjadi sarana penambah pengetahuan bagi yang menonton. Bukan hanya tontonan yang sifatnya hanya menghibur,'' ujar dia.



Wallohu A'lam

Selengkapnya...

SUTRADARA IRAN BIKIN FILM ”YESUS” versi “ISLAM”

Karena sering melihat film Yesus selalu dalam perpektif Barat, seorang sutrada Iran, Nader Talebadzeh membuat film tentang Yesus dalam perspektif Islam.
Dalam film bertitile “Jesus, the Spirit of God”, Nader Talebadzeh mencoba memberikan sudut pandang alternatif dengan membuat film tentang Yesus berdasar perspektif Islam.
Nader memberi judul film yang disutradarainya dengan Jesus, the Spirit of God atau Yesus, Semangat dari Tuhan. Misi film ini adalah menjawab gambaran tentang Yesus sebagaimana ditampilkan dalam film blockbuster keluaran Hollywood dan The Passion of the Christ yang disutradarai oleh aktor sekaligus sutradara Mel Gibson pada 2004.
Menurut Nader, film Gibson memang mengagumkan. Namun, dia menilai, terdapat kesalahan di dalamnya. "Film Gibson adalah film yang sangat bagus. Bagi saya, itu adalah film yang digarap dengan apik. Tapi, cerita yang terkandung di dalamnya salah. Ceritanya tidak seperti itu," ujarnya.
Nader menyatakan sempat berkunjung ke rumah mewah Gibson di Malibu, Negara Bagian California, Amerika Serikat. Niatnya, menunjukkan film garapannya tersebut untuk berdiskusi dengan Gibson.
"Tapi, karena saat itu adalah Minggu, hanya sekuriti yang menerima kopi beserta brosur film tersebut. Meski dia berjanji menyampaikan barang-barang itu kepada Mel Gibson sendiri, tidak ada kabar hingga kini," ucapnya.
Film Nader tersebut sebenarnya sudah diputar di Iran. Namun, karya itu kurang mendapat respons.
Bertepatan dengan bulan Ramadhan kemarin, film tersebut hanya diputar di lima bioskop di Teheran dan cuma ditonton oleh pemirsa seadanya.
Film yang didanai badan penyiaran negara itu pun cepat menghilang dari peredaran. Papan-papan iklan tidak lagi memasang poster film tersebut. Meski tidak sukses dari segi komersial, Jesus, the Spirit of God memenangi penghargaan dalam ajang festival film religi di Italia pada 2007.
Gaung film tersebut ternyata belum benar-benar berakhir. Rencananya, film kontroversial itu dibuat ulang sebanyak 20 episode dan segera ditayangkan di stasiun televisi nasional milik negara pada tahun ini.
Nader menekankan bahwa film buatannya tersebut mengusung isu yang nanti dapat menjembatani perbedaan-perbedaan antara Islam dengan Kristen.
"Dengan menyaksikan film itu, umat Kristiani akan terkagum-kagum dan mengetahui bahwa Islam memberikan pengetahuan agama (devotion) sekaligus pengetahuan lengkap mengenai sosok Yesus yang sebenarnya," jelasnya kepada AFP.
Misi itulah yang diembannya dalam membuat film tersebut. "Saya ingin menjembatani perbedaan antara dua agama besar itu. Saya terbuka untuk berdialog mengenai film tersebut terkait persamaan mendasar antara Islam dengan Kristen," lanjutnya.
Selama ini, Nader dikenal sebagai sutradara film-film dokumenter yang mengangkat tema perang Iran-Iraq pada 1980-1988. Genre film semacam itu sangat berpengaruh pada masa pascasinema revolusioner.
Namun, dia juga gemar membuat film bergenre thriller dan romantis. Film-filmnya pun berhasil merebut perhatian penonton di negara republik Islam tersebut.
Di Iran, penganut Nasrani mencapai sepuluh persen dari total penduduk. Sebagian besar di antara mereka adalah etnis Armenia.
Setiap perayaan Natal, Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan para pejabat lainnya tidak pernah lupa mengirim ucapan Natal kepada para pemimpin Kristen, termasuk Paus.
Pesan Natal Ahmadinejad tahun ini berbunyi, "Perdamaian, persahabatan, dan keadilan akan terwujud dengan ajaran Yesus Kristus yang tersebar di seluruh dunia."
Sumber : UJECENTRE